Berikut beberapa tokoh yang mengaku menjadi Al-Mahdi dari abad ke-1 Hijriyah sampai abad ke-15 Hijriyah:
Abad ke-1 Hijriyah (622-719 M)
1. Al-Mukhtar al-Thaqafi (622-687 M): Mengaku sebagai wakil Al-Mahdi.
2. Muhammad ibn al-Hanafiyyah (637-700 M): Dianggap sebagai Al-Mahdi oleh beberapa pengikut.
Abad ke-2-3 Hijriyah (719-913 M)
1. Abu Abdullah al-Sharqi (790-813 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
2. Al-Mahdi (909-934 M): Pendiri dinasti Fatimiyah, mengaku sebagai Al-Mahdi.
Abad ke-4-5 Hijriyah (913-1104 M)
1. Ubayd Allah al-Mahdi (909-934 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
2. Al-Qa'im bi-Amrillah (934-946 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
3. Al-Mansur bi-Nasrillah (946-953 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
Abad ke-6-7 Hijriyah (1104-1305 M)
1. Al-Mahdi Ibn Tumart (1080-1130 M): Pendiri dinasti Almohad, mengaku sebagai Al-Mahdi.
2. Muhammad ibn Abd al-Wahhab al-Maqdisi (1144 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
3. Nurbakhsh Qahistani (1392-1464 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
Abad ke-8-9 Hijriyah (1305-1516 M)
1. Muhammad al-Jawnpuri (1443-1505 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
2. Sayyid Muhammad al-Husayni (1450-1503 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
3. Syekh Siti Jenar (1450-1527 M): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
Abad ke-10-11 Hijriyah (1516-1632 M)
1. Bayezid al-Bistami (1164-1343 M, tapi pengaruhnya berlanjut hingga abad ke-16): Mengaku memiliki kekuatan ilahi.
2. Muhammad Syah dari Johor (1444-1513 M): Dianggap sebagai Al-Mahdi oleh beberapa pengikut.
Abad ke-12-13 Hijriyah (1632-1925 M)
1. Shabbatai Zevi (1626-1676 M): Mengaku sebagai Mesias dan Al-Mahdi.
2. Muhammad Ahmad al-Mahdi (1844-1885 M): Pendiri gerakan Mahdist di Sudan.
Abad ke-14-15 Hijriyah (1925-sekarang)
1. Haile Selassie (1892-1975 M): Kaisar Etiopia, dianggap sebagai Al-Mahdi oleh gerakan Rastafari.
2. Ahmad al-Hassan (1968-sekarang): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
3. Javad Khurasani (sekarang): Mengaku sebagai Al-Mahdi.
Sumber:
1. Ensiklopedia Britannica.
2. Encyclopedia of Islam.
3. "Sejarah Al-Mahdi" oleh Dr. Muhammad bin Abdullah as-Suhaymi.
4. "Al-Mawdu'at al-Kubra" oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-Aqil.
Catatan: Informasi ini dapat berbeda-beda tergantung sumbernya.
Berikut beberapa tokoh yang mengaku menjadi nabi dari abad ke-1 Hijriyah hingga abad ke-15 Hijriyah:
Abad ke-1 Hijriyah (622-719 M)
1. Musailamah al-Kadzab (592-632 M): Mengaku menjadi nabi dan menentang Nabi Muhammad SAW.
2. Aswad al-Ansi (d. 632 M): Mengaku menjadi nabi di Yaman.
3. Tulayhah ibn Khuwaylid (d. 635 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Arabia.
Abad ke-2 Hijriyah (719-816 M)
1. Al-Mukhtar al-Thaqafi (d. 687 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Kufah.
2. Bayan ibn Sam'an (d. 746 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Kufah.
Abad ke-3 Hijriyah (816-913 M)
1. Muhammad ibn al-Hanafiyyah (d. 700 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Mekah.
2. Al-Mahdi (d. 791 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Afrika Utara.
Abad ke-4 Hijriyah (913-1009 M)
1. Ubayd Allah al-Mahdi (d. 934 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Afrika Utara.
2. Muhammad ibn Tumart (d. 1130 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Afrika Utara.
Abad ke-5 Hijriyah (1009-1104 M)
1. Al-Hakim bi-Amrillah (d. 1021 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Mesir.
2. Ahmad al-Muqtana (d. 1048 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Yaman.
Abad ke-6 Hijriyah (1104-1206 M)
1. Muhammad ibn Abd al-Wahhab al-Maqdisi (d. 1144 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Palestina.
2. Ibn Tumart (d. 1130 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Afrika Utara.
Abad ke-7 Hijriyah (1206-1305 M)
1. Baybars al-Bunduqdari (d. 1277 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Mesir.
2. Nurbakhsh Qahistani (d. 1464 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Persia.
Abad ke-8 Hijriyah (1305-1416 M)
1. Fazlallah Astarabadi (d. 1394 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Persia.
2. Sayyid Muhammad al-Husayni (d. 1397 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di India.
Abad ke-9 Hijriyah (1416-1516 M)
1. Muhammad al-Jawnpuri (d. 1505 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di India.
2. Syekh Muhammad Mahdi (d. 1503 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Jawa.
Abad ke-10 Hijriyah (1516-1632 M)
1. Syekh Siti Jenar (d. 1527 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Jawa.
2. Bayezid al-Bistami (d. 1525 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Turki.
Abad ke-11 Hijriyah (1632-1737 M)
1. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (d. 1765 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Kalimantan.
2. Muhammad ibn Abd al-Wahhab (d. 1792 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin pemberontakan di Arabia.
Berikut beberapa tokoh yang mengaku menjadi nabi dari abad ke-12 Hijriyah sampai abad ke-15 Hijriyah:
Abad ke-12 Hijriyah (1737-1843 M)
1. Sayyid Ahmad Barelwi (1786-1831 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin gerakan Mujahidin di India.
2. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710-1765 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin gerakan Islam di Kalimantan.
3. Muhammad ibn Abd al-Wahhab (1703-1792 M): Pendiri gerakan Wahhabi, tidak secara langsung mengaku nabi, tapi dianggap sebagai nabi oleh pengikutnya.
Abad ke-13 Hijriyah (1843-1925 M)
1. Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908 M): Pendiri gerakan Ahmadiyah, mengaku menjadi nabi dan al-Masih.
2. Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi (1814-1893 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin gerakan Wahhabi kedua.
3. Muhammad Ahmad al-Mahdi (1844-1885 M): Mengaku menjadi al-Mahdi dan nabi di Sudan.
Abad ke-14 Hijriyah (1925-2006 M)
1. Haile Selassie (1892-1975 M): Kaisar Etiopia, dianggap sebagai nabi oleh gerakan Rastafari.
2. Elijah Muhammad (1897-1975 M): Pendiri Nation of Islam, mengaku menjadi nabi.
3. Rashad Khalifa (1935-1990 M): Mengaku menjadi nabi dan memimpin gerakan Quran Alone.
Abad ke-15 Hijriyah (2006-sekarang)
1. José de Jesús Miranda (1946-sekarang): Mengaku menjadi Yesus Kristus dan nabi.
2. Ahmad al-Hassan (1968-sekarang): Mengaku menjadi al-Mahdi dan nabi.
3. Javad Khurasani (sekarang): Mengaku menjadi nabi dan memimpin gerakan Islam di Iran.
Sumber:
1. Ensiklopedia Britannica.
2. Encyclopedia of Islam.
3. "Sejarah Nabi-Nabi Palsu" oleh Dr. Muhammad bin Abdullah as-Suhaymi.
4. "Al-Mawdu'at al-Kubra" oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-Aqil.
Catatan: Informasi ini dapat berbeda-beda tergantung sumbernya.
Berikut beberapa tokoh yang mengaku menjadi Tuhan atau memiliki klaim ketuhanan dari abad ke-1 Hijriyah sampai abad ke-15 Hijriyah:
Abad ke-1 Hijriyah (622-719 M)
1. Al-Mukhtar al-Thaqafi (622-687 M): Mengaku sebagai wakil Tuhan.
2. Bayan ibn Sam'an (d. 746 M): Mengaku memiliki kekuatan ilahi.
Abad ke-2-3 Hijriyah (719-913 M)
1. Al-Hakim bi-Amrillah (985-1021 M): Mengaku sebagai manifestasi Tuhan.
2. Ibn al-Hanafiyyah (637-700 M): Dianggap sebagai Tuhan oleh beberapa pengikut.
Abad ke-4-5 Hijriyah (913-1104 M)
1. Al-Mahdi (909-934 M): Mengaku sebagai Tuhan.
2. Ubayd Allah al-Mahdi (909-934 M): Mengaku sebagai Tuhan.
Abad ke-6-7 Hijriyah (1104-1305 M)
1. Nizari Ismaili (1090-1256 M): Menganggap Imam mereka sebagai Tuhan.
2. Qalandar Shah (abad ke-12 M): Mengaku sebagai Tuhan.
Abad ke-8-9 Hijriyah (1305-1516 M)
1. Fazlallah Astarabadi (1340-1394 M): Mengaku sebagai Tuhan.
2. Syekh Bedreddin (1350-1420 M): Mengaku memiliki kekuatan ilahi.
Abad ke-10-11 Hijriyah (1516-1632 M)
1. Bayezid al-Bistami (1164-1343 M, tapi pengaruhnya berlanjut hingga abad ke-16): Mengaku memiliki kekuatan ilahi.
2. Muhammad Syah dari Johor (1444-1513 M): Dianggap sebagai Tuhan oleh beberapa pengikut.
Abad ke-12-13 Hijriyah (1632-1925 M)
1. Shabbatai Zevi (1626-1676 M): Mengaku sebagai Mesias dan Tuhan.
2. Báb (1819-1850 M): Pendiri Bábísm, mengaku sebagai Tuhan.
Abad ke-14-15 Hijriyah (1925-sekarang)
1. Meher Baba (1894-1969 M): Mengaku sebagai Tuhan.
2. Sathya Sai Baba (1926-2011 M): Dianggap sebagai Tuhan oleh pengikutnya.
3. José de Jesús Miranda (1946-sekarang): Mengaku sebagai Yesus Kristus dan Tuhan.
Sumber:
1. Ensiklopedia Britannica.
2. Encyclopedia of Islam.
3. "Sejarah Agama" oleh Prof. Dr. A. Hassan.
4. "Al-Mawdu'at al-Kubra" oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-Aqil.
Catatan: Informasi ini dapat berbeda-beda tergantung sumbernya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar