Minggu, 26 Januari 2025

50 Ahli Tafsir Al-Qur'an dari abad ke-1 sampai ke-15 Hijriyah

    Ahli Tafsīr atau Mufassir dalam sejarah Islam memiliki peranan penting dalam menjelaskan dan menginterpretasikan ayat-ayat Al-Qur'an. Berikut adalah beberapa ahli tafsir Al-Qur'an dari abad ke-1 sampai ke-15 Hijriyah:


Abad ke-1 Hijriyah (622-718 M)

  • Abu 'Abdillah al-‘Abd al-Rahman bin Zayd bin Aslam (w. 65 H): Salah satu ahli tafsīr awal yang dikenal dengan penjelasan-penjelasan mengenai ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan hadits-hadits yang datang dari sahabat-sahabat Rasulullah.
  • Abdullah Ibn 'Abbas (w. 68 H/ 619-687 M): Sepupu Nabi Muhammad SAW dan Seorang sahabat Rasulullah yang dikenal dengan gelar "Hibr al-Ummah" (Doktor Umat), dan sebagai "Turjuman al-Qur'an" (Penerjemah Al-Qur'an) mufassir utama di kalangan sahabat dalam hal tafsīr Al-Qur'an. Ia dianggap sebagai salah satu mufassir terkemuka di kalangan sahabat. Banyak tafsīrnya yang direkam dalam berbagai kitab seperti Tafsir Ibn Abbas.
  • Abdullah bin Umar (614-693 M): Sahabat Nabi Muhammad SAW dan ahli tafsir.
  • Abu Hurairah (603-681 M): Sahabat Nabi Muhammad SAW dan ahli tafsir.

  • Abad ke-2 Hijriyah (718-815 M)

  • Mujahid ibn Jabr (w. 104 H/ 642-722 M): Seorang tabi'in (murid) dari Ibn Abbas yang terkenal karena penafsiran dan kajian mendalamnya tentang Al-Qur'an merujuk pada riwayat dari Ibn Abbas.
  • Ikrimah ibn Abi Jahal (w. 107 H): Salah satu tokoh yang juga terkenal dalam bidang tafsīr, ia banyak menafsirkan ayat-ayat dengan merujuk kepada hadits.
  •  Al-Hasan al-Basri (642-728 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  •  Qatadah bin Di'amah (w. 118 H/ 647-736 M): Seorang tabi'in yang juga dikenal dengan tafsirnya yang banyak berdasarkan riwayat.
  •  

    Abad ke-3 Hijriyah (815-922 M)

  • Abu Ubaidah (728-824 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Ibn Jarir al-Tabari (w. 310 H/ 838-923 M): Ulama besar dan mufassir yang terkenal dengan karya monumental Jami' al-Bayan fi Tafsīr al-Qur'an, yang merupakan tafsīr yang sangat lengkap dan menggabungkan berbagai pendapat sahabat, tabiin, serta para ulama sesudahnya. Salah satu kitab tafsir paling komprehensif dan dianggap sebagai rujukan utama dalam tafsir bi al-ma'tsur (tafsir berdasarkan riwayat). 
  • al-Qummī (w. 301 H): Seorang ahli tafsīr yang berasal dari kawasan Persia, ia memiliki tafsīr yang lebih berfokus pada tafsīr dengan pendekatan Syiah.

  • Abad ke-4 Hijriyah (922-1013 M)

  •  Al-Razi (865-925 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • al-Samarqandi (w. 375 H): Mufassir dari Samarkand yang dikenal dengan tafsīrnya yang bernama al-Tafsir al-Kabir.
  • Al-Mawardi (972-1058 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka

  • Abad ke-5 Hijriyah (1013-1104 M)

  • Al-Wahidi (w. 468 H/1076 M): Pengarang "Al-Basit" dan "Al-Wajiz", dua kitab tafsir yang terkenal.
  • Al-Ghazali (1058-1111 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • al-Baghawi (w. 510 H/ 1044-1122 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka. Dalam tafsīr Ma'alim al-Tanzil, ia menggabungkan metode tafsīr yang menyampaikan pendapat-pendapat yang berbeda dari ulama sebelumnya, dengan mengutip hadits-hadits shahih.
  •  

    Abad ke-6 Hijriyah (1104-1207 M)

  • Al-Zamakhshari (w. 538 H/ 1075-1144 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka. Pengarang "Al-Kashshaf", sebuah tafsir yang terkenal dengan pendekatan linguistik dan teologis, meskipun mengandung unsur Mu'tazilah.
  • al-Shanqiti (w. 1186 M): Seorang ahli tafsīr yang juga banyak menulis karya terkait tafsīr tafsīr terkenal di zaman ini.
  • Fakhruddin al-Razi (w. 606 H/ 1149-1209 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka. Pengarang "Mafatih al-Ghaib" atau "Al-Tafsir al-Kabir", ia mengembangkan tafsīr dengan pendekatan rasional sebuah tafsir yang menggabungkan ilmu kalam, filsafat, dan sains. Tafsīr al-Razi sangat terkenal dalam hal penjelasan ilmiah dan argumentasi logis.
  • Ibn al-Arabi (1165-1240 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.

  • Abad ke-7 Hijriyah (1207-1304 M)

  • Al-Qurtubi (w. 671 H/ 1214-1273 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka Andalusia . Pengarang "al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an", sebuah tafsir yang fokus pada aspek hukum fiqh dari ayat-ayat Al-Qur'an.
  •  al-Baydawi (w. 1286 M): Mufassir terkenal dengan karya Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil, yang sangat berpengaruh dalam dunia tafsīr, khususnya dalam kalangan Sunni.
  • Al-Baydawi (1260-1316 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.

  • Abad ke-8 Hijriyah (1304-1401 M)

  • Al-Dzahabi (1274-1348 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Suriah.
  • Al-Nasafi (1300-1370 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Ibn Kathir (w. 774 H/ 1301-1373 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Suriah. Pengarang "Tafsir al-Qur'an al-Azim", tafsīr ini menekankan pada sumber-sumber utama seperti hadits, pendapat sahabat, dan pendapat ahli tafsīr sebelumnya. Salah satu tafsir paling populer dan banyak digunakan hingga saat ini, terutama dalam tradisi Sunni.
  • al-Shanqiti (w. 777 H): Dikenal melalui karya tafsīr Adwa' al-Bayan yang menekankan pada makna tafsīr dan kedalaman ilmu linguistik.

  • Abad ke-9 Hijriyah (1401-1494 M)

  • Al-Thanawi (1360-1440 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Al-Zurqani (1360-1440 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Ibn Hajar al-Asqalani (1372-1449 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Jalaluddin Al-Mahalli (1376-1459 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Al-Biqa'i (wafat 885 H/ 1406-1480 M) Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Mesir. Karyanya: Nazm Ad-Durar fi Tanasub Al-Ayat wa As-Suwar. Metode: Al-Biqa'i dikenal dengan pendekatannya yang unik dalam menafsirkan Al-Qur'an dengan menekankan hubungan antara ayat dan surah.
  • Al-Sakhawi (1427-1497 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  • Jalaluddin al-Suyuti (w. 911 H/ 1445-1505 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka yang banyak mengembangkan tafsīr dalam banyak bidang, termasuk dengan menulis al-Durr al-Manthur yang menggabungkan berbagai riwayat dari tafsīr. Karyanya: Tafsir Jalalain (ditulis bersama Jalaluddin Al-Mahalli), Al-Itqan fi Ulum Al-Qur'an. Metode: Tafsirnya ringkas dan banyak digunakan hingga kini. As-Suyuthi juga dikenal sebagai ahli dalam berbagai disiplin ilmu Islam, termasuk hadits, fikih, dan bahasa Arab. 
  •  

    Abad ke-10 Hijriyah (1494-1585 M)

  • Al-Zamzami (1450-1530 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka.
  •  

    Abad ke-11 Hijriyah (1683-1727 M)

  • al-Samarqandi (w. 1092 H): Ahli tafsīr yang terkenal dengan pendekatan aliran rasional dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an.

  • Abad ke-12 Hijriyah (1727-1785 M)

  • Ibnu 'Ajibah (wafat 1224 H/1809 M) Karyanya: Al-Bahr Al-Madid fi Tafsir Al-Qur'an Al-Majid. Metode: Tafsirnya banyak dipengaruhi oleh tasawuf dan menekankan makna batin (esoteris) dari ayat-ayat Al-Qur'an.
  •  

    Abad ke-13 Hijriyah (1785-1842 M)

  • al-Syawkani atau Asy-Syaukani (wafat 1250 H/ 1760-1834 M) Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Yaman. Karyanya: Fath Al-Qadir. Metode: Tafsirnya dikenal dengan pendekatan yang kritis terhadap riwayat-riwayat israiliyyat dan penekanan pada makna tekstual Al-Qur'an.
  • Al-Alusi (wafat 1270 H/ 1802-1854 M) Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Irak. Karyanya: Ruh Al-Ma'ani fi Tafsir Al-Qur'an Al-Azim wa As-Sab' Al-Mathani. Metode: Tafsirnya menggabungkan pendekatan bahasa, fikih, dan tasawuf. Al-Alusi juga banyak mengutip pendapat ulama sebelumnya.
  • Al-Mahdi al-Wazzani (1849-1923 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Maroko.

  • Abad ke-14 Hijriyah (1842-1914 M)

  • Muhammad Abduh (w. 1323 H/ 1849-1905 M) Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Mesir. Mufassir modern yang berusaha menggabungkan tafsīr tradisional dengan pemikiran rasional modern dalam karya-karyanya. Ia dikenal dengan tafsir modernisnya yang mencoba mengharmonikan Islam dengan pemikiran modern Karyanya: Tafsir Al-Manar (ditulis bersama Rasyid Rida). Metode: Tafsirnya menekankan pada rasionalitas dan kontekstualisasi Al-Qur'an dengan masalah modern. Abduh adalah tokoh pembaharu (reformis) dalam pemikiran Islam.
  • Rasyid Rida (wafat 1354 H/ 1865-1935 M) Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Suriah. Karyanya: Tafsir Al-Manar (melanjutkan karya Muhammad Abduh). Metode: Tafsirnya menggabungkan antara tradisi dan modernitas, serta menekankan pentingnya ijtihad dalam memahami Al-Qur'an.
  • Tantawi Jawhari (wafat 1358 H/1940 M) Karyanya: Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur'an Al-Karim. Metode: Tafsirnya unik karena mencoba menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan modern.
  • Al-Maraghi (1887-1945 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Mesir.
  • Asy-Syanqithi (wafat 1393 H/1973 M) Karyanya: Adhwa' Al-Bayan fi Idhah Al-Qur'an bi Al-Qur'an. Metode: Tafsirnya menekankan penafsiran Al-Qur'an dengan Al-Qur'an sendiri, serta menggabungkan pendekatan bahasa dan fikih.
  • Muhammad Thahir Ibnu 'Asyur (wafat 1393 H/1973 M) Karyanya: At-Tahrir wa At-Tanwir. Metode: Tafsirnya dikenal dengan pendekatan yang luas, mencakup aspek bahasa, sastra, dan sosial.

  • Abad ke-15 Hijriyah (1914-1992 M)

  • Sayyid Qutb (1906-1966 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Mesir. Tafsīr Fi Zilal al-Qur'an merupakan karya besar yang menawarkan perspektif sosial dan politik terhadap tafsīr Al-Qur'an.
  • Al-Maududi (1903-1979 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Pakistan.
  • Al-Tabatabai (1892-1981 M): Ahli tafsir dan ulama terkemuka dari Iran.
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar